Manfaat Buah Mengkudu.

Kebanyakan orang akan menutup hidung ketika mencium aroma buah mengkudu atau pace atau dalam bahasa latinnya Morinda citrifolia. Aromanya memang tak sedap gara-gara kandungan asam askorbat, asam kaproat, dan asam kaprik. Namun, asam pemicu bau tak sedap itu menyebabkan mengkudu berkhasiat melawan beragam penyakit maut.
Menurut Prof Dr Sumali Wiryowidagdo, periset Pusat Studi Obat Bahan Alam, Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, mengkudu mengandung banyak senyawa aktif yang bermanfaat untuk kesehatan. Asam askorbat, misalnya, merupakan antioksidan, sedangkan asam kaproat dan kaprik bermanfaat sebagai antibiotik alami.

Kandungan penting lainnya adalah proxeronine dan xeronine. Proxeronine berfungsi memproduksi xeronine dalam tubuh. Xeronine berguna mengaktifkan kerja protein. Protein-protein seperti antibodi, enzim, dan hormon membutuhkan xeronine dalam melakukan fungsinya. Selain itu,

Manfaat buah mengkudu sebagai antiradang, antialergi, antidiabetes, dan memperlebar pembuluh darah sehingga menurunkan tekanan darah tinggi. Buah anggota famili Rubiaceae itu juga mengandung senyawa antrakuinon, akubin, asperulosida, dan alizarin. Keempat senyawa aktif itu serdadu yang ampuh membunuh bakteri penyebab infeksi seperti staphylococcus, shigella, dan salmonella. Hanya itu? Si buruk rupa itu masih mempunyai senjata pamungkas: damnakantal. Ia berguna antikanker dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Begitu lengkap manfaat buah mengkudu sehingga kini ia menjadi salah satu pilihan pasien untuk sembuh. Lihat saja Nina Paulus yang mengidap stroke pada awal 2007. Selain leher dan kepala, seluruh tubuhnya lumpuh. Dalam berkomunikasi praktis ia hanya mampu menggeleng dan mengangguk. Ia terbujur di pembaringan. Rekannya kaget menyaksikan Nina yang kurus kering akibat hilang nafsu makannya.

Rekannya itulah yang menyarankan Nina untuk mengkonsumsi jus mengkudu. Persis 4 bulan pascalumpuh, Nina mulai minum 4 sloki masing-masing 25 ml per hari. Sepekan rutin mengkonsumsi jus mengkudu, ia mampu menggerakkan kaki. Nina gembira bukan main. Itulah keajaiban baginya yang mendorong Nina terus mengkonsumsi jus mengkudu. Tiga bulan kemudian ia mampu berjalan dan beraktivitas seperti sediakala.

Menurut Dr dr Amarullah H Siregar, ahli naturopati, jus noni Morinda citrifolia memang berkhasiat untuk pengobatan stroke. Proxeronine dalam jus noni mampu merevitalisasi dan meregenerasi sel yang mati hingga berfungsi kembali. Senyawa aktif itu juga berfungsi sebagai antioksidan. Yang paling penting adalah efek mengkudu untuk neotransmiter pada sel saraf sehingga dapat meningkatkan upaya kerja otak.
Selain Nina, banyak pasien pengidap penyakit lain seperti diabetes mellitus, asma, hipertensi, kolesterol, dan kanker yang juga merasakan khasiat mengkudu. Kecenderungan itu membuat kian banyak perusahaan yang memproduksi atau mendistribusikan produk olahan buah mengkudu. Sekadar menyebut beberapa adalah PT Tahitian Noni International Indonesia, PT Trias Sukses Dinamika, dan PT Jamu Puspo Internusa.Di tangan para perusahaan itu, jangan bayangkan jus mengkudu beraroma kuat atau menyengat. Aroma tak sedap itu berkurang sehingga konsumen nyaman mengkonsumsinya. Namun, tak perlu khawatir kehilangan manfaat buah mengkudu. Sebab, untuk mengurangi bau tak sedap itu, produsen menambahkan madu, kencur, blueberri, atau anggur. Semua bahan itu hanya berfungsi untuk menambah citarasa tanpa menghilangkan khasiat mengkudu. Oleh karena itu beragam produk itu mudah diterima konsumen.

Meningkat
Menurut Piter SE, product consultant Tahitian Noni, sejak setahun terakhir Indonesia menjadi pengguna tahitian noni nomor 4 terbesar setelah Amerika Serikat, Jepang, dan Rusia. Produk tahitian noni mulai didistribusikan di Indonesia sejak Desember 2005. ‘Sebelumnya Indonesia di posisi ke-70 dari 80 negara pengguna tahitian noni,’ ujar Piter.
Sebagai gambaran, dalam sebulan Piter memasarkan 1.200 botol jus mengkudu kemasan 1 liter. Di Indonesia terdapat lebih dari 50 agen besar yang menjual tahitian noni, masing-masing memiliki lebih dari 30-ribu pelanggan. Peningkatan permintaan jus mengkudu juga dialami PT Trias Sukses Dinamika, produsen Javanony, di Bogor, Jawa Barat. Nasrun Siginting SE, general manager PT Trias Sukses Dinamika, mengatakan lonjakan permintaan hingga 20%.
Perusahaan itu memasarkan jus mengkudu dalam kemasan 0,5 liter dan 1 liter. ‘Tahun ini tren mengkudu bagus kembali,’ kata Nasrun. Selain memasok pasar domestik, PT Trias Sukses Dinamika juga mengekspor 20 ton jus mengkudu ke Jepang setiap tahun. Sedangkan volume ekspor ke Italia sejak 2005, 3-5 ton per tahun.
Mengkudu sebenarnya bukan barang baru di Indonesia. Bahkan, pada 2003 penggunaan mengkudu sebagai herbal sempat tren. Sayang, pamor si noni kemudian meredup. Menurut Luki F Hardian, Direktur PT Trias Sukses Dinamika, turunnya pamor mengkudu karena saat itu konsumen beranggapan setelah mengkonsumsi jus mengkudu beberapa kali, langsung sembuh dari penyakit tertentu.
Padahal, ‘Untuk kesembuhan butuh waktu dan konsumsi rutin beberapa lama. Nah, sekarang ketika yang rutin mengkonsumsi banyak sembuh, orang kembali melirik mengkudu,’ ujar Luki. Selain banyaknya bukti empiris, riset dari berbagai lembaga juga turut memicu tren mengkudu saat ini. Setahun terakhir, banyak lembaga meneliti khasiat mengkudu. Mereka terinspirasi dari bukti empiris dan membuktikannya melalui uji praklinis dan uji klinis.
Ibu hamil
Salah satu yang meriset mengkudu adalah Dr dr Slamet Santosa dari Universitas Kristen Maranatha, Bandung. Ia membuktikan khasiat mengkudu sebagai antipreeklamsi-kram atau kejang yang dialami oleh ibu hamil karena tekanan darah meningkat-ringan. Menurut doktor alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran itu, pemberian 500 mg ekstrak mengkudu 3 kali sehari menurunkan tekanan darah pada ibu hamil yang mengalami preeklamsi ringan.
Slamet menjelaskan kemampuan mengkudu mengatasi preeklamsi ringan karena mengandung asam askorbat, arginin, dan skopeletin. Asam askorbat merupakan antioksidan yang mampu mengurangi tingkat stres, arginin berperan dalam sintesis nitrik oksida. Nitrik oksida dan skopeletin bersifat vasodilator alias melebarkan pembuluh darah. Efeknya aliran darah pun lancar. Banyaknya bukti empiris dan uji ilmiah yang mengungkap khasiat mengkudu, pantas bila noni datang lagi.  (Faiz Yajri/Peliput: Sardi Duryatmo)

(Sumber berita: majalah TRUBUS)